KURIKULUM
Landasan dan arah pembelajaran
RA Insan Madani Plus menggunakan kurikulum nasional untuk pendidikan anak usia dini yang dikembangkan sesuai konteks pendidikan Minsani. Kurikulum diarahkan untuk mendukung perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik-motorik, seni, serta kemandirian anak melalui pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Bagaimana anak mengalami proses belajar
Ciri khas pembelajaran RA Insan Madani Plus adalah metode sentra, yaitu anak belajar melalui kegiatan bermain yang terencana dalam berbagai pusat aktivitas. Melalui sentra, anak memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi, mencoba, berinteraksi, berkomunikasi, berkarya, dan menemukan pengalaman baru secara aktif dengan pendampingan guru.
KEISLAMAN
Iman, ibadah, Al-Qur’an, dan pembiasaan adab
Pendidikan Islam ditanamkan melalui pembiasaan yang dekat dengan kehidupan anak, seperti doa, adab, ibadah sederhana, pengenalan Al-Qur’an, serta sikap baik dalam berinteraksi. Nilai keislaman tidak hanya dikenalkan sebagai pengetahuan, tetapi dibiasakan secara bertahap dalam kegiatan sehari-hari di madrasah
KARAKTER
Kebiasaan dan nilai yang ditumbuhkan
Pengembangan karakter dilakukan melalui rutinitas, keteladanan, dan pengalaman sosial selama anak bermain dan belajar. Anak dibimbing untuk belajar disiplin, mandiri, sabar, peduli, berbagi, bekerja sama, menjaga tanggung jawab sederhana, serta menghargai teman dan lingkungan
DIGITAL
Kecakapan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab
Pengenalan kecakapan digital dilakukan secara terbatas, terarah, dan sesuai usia. Anak diperkenalkan pada penggunaan teknologi sebagai bagian dari pengalaman belajar yang aman dan bermakna, dengan tetap menempatkan aktivitas langsung, bermain, bergerak, berinteraksi, dan bereksplorasi sebagai pengalaman utama pada usia dini.
LEADERSHIP
Kemandirian, tanggung jawab, dan kepemimpinan
Leadership pada usia dini dikembangkan melalui pengalaman sederhana dalam memimpin diri sendiri dan berinteraksi dengan kelompok. Anak diberi kesempatan untuk memilih, mengambil giliran, menyampaikan pendapat, menyelesaikan tugas sederhana, membantu teman, serta membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab secara bertahap.